BAIC Berencana Bangun Pabrik di Indonesia, Targetkan Ekspor ke ASEAN

BANDUNG, KOMPAS.com – BAIC Indonesia semakin menunjukkan keseriusannya membangun pondasi jangka panjang di pasar otomotif Tanah Air. Setelah merilis beberapa model SUV dan memperluas jaringan diler, perusahaan kini mengonfirmasi bahwa rencana pendirian pabrik lokal tengah memasuki tahap pembahasan intensif bersama BAIC International. “Ya mau jadi hub, sudah ada diskusi. Kemarin ada CEO BAIC International datang ke sini. Jadi mungkin juga nanti in the future, apakah akan ada (pabrik buat basis produksi),” ujar Dhani Yahya, Chief Operating Officer BAIC Indonesia di Bandung (4/12/2025).

Menurut Dhani, BAIC melihat Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan pusat produksi strategis yang dapat menyuplai kendaraan ke negara-negara ASEAN.

Untuk memenuhi standar ekspor kawasan, proses produksi harus mencakup tahapan utama seperti welding dan painting, dan BAIC disebut telah siap menyediakan teknologi pendukung tersebut. Lebih jauh, Dhani menegaskan bahwa pembangunan pabrik bukan hanya soal lini perakitan, melainkan efek domino bagi industri otomotif nasional secara keseluruhan.

“Jadi kami melihat ini adalah jangka panjang. Kami masih baru 1,5 tahun, tapi kami punya mimpi yang cukup bagus. Dan ini kami lihat bisa berkontribusi terhadap industri di otomotif, penyerapan tenaga kerja, dan juga memberikan pemasukan terhadap pemerintah,” ucap Dhani. “Baik dari sisi pajak, baik dari sisi lain-lainnya. Karena industri tentu saja bukan hanya dari sisi penjualan, tapi secara total industri pendukung,” kata dia. Dhani menjelaskan bahwa ketika komponen mulai diproduksi atau disuplai secara lokal, efek ekonominya makin luas.

“Kalau sudah source lokal, di situ juga ada industri lokal yang terlibat. Diler ditambah, satu diler ada berapa karyawan, mereka juga membayar income tax, bagaimana juga supplier kaca film, bagaimana tukang poles, ada banyak. Sehingga ini kami bilang itu industri secara holistik,” ujarnya. Kabarnya, BAIC menyiapkan rencana jangka panjang dengan opsi mendirikan pabrik sendiri atau bekerja sama melalui joint venture bersama BAIC International. “Dan juga dari BAIC kami sudah siapkan long run-nya, kami punya pabrik sendiri, tentu itu akan ada studi kelayakan,” ucap Dhani.

Dengan pasar otomotif Indonesia yang besar serta potensi ekspor yang luas, BAIC memandang pembangunan fasilitas produksi lokal sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisinya di kawasan. Jika terealisasi, maka Indonesia akan menjadi pusat manufaktur BAIC untuk pasar ASEAN, sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan industri komponen lokal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top